Peningkatan Pendapatan Melalui Influencer Marketing
Perusahaan yang melakukan pendekatan langsung ke konsumen percaya bahwa melibatkan Influencer marketing adalah pilihan yang tepat untuk melakukan promosi. Terlebih lagi dalam era modern ini yang apapun bisa diakses melalui internet. Sebagai generasi Z tentunya tidak asing dengan Influencer Marketing. Apa sih Influencer marketing itu? Dan apakah semua perusahaan menargetkan influencer dengan pengikut tinggi atau rendah untuk menghasilkan pendapatan? Mari kita bahas lebih lanjut dalam artikel ini.
Apa Itu Influencer Marketing ?
Influencer marketing adalah strategi pemasaran di mana perusahaan atau bisnis itu bekerja sama dengan seseorang yang memiliki sosial branding yang cukup terkenal atau pengikut (followers) yang kuat, sehingga dapat membantu brand (bisnis) menjangkau target audiens lebih efektif.
Mengapa Melibatkan Influencer Marketing Pilihan Tepat?
Influencer marketing dianggap tepat karena orang itu cenderung lebih mempercayai rekomendasi dari individu yang mereka kagumi atau kenal dibandingkan dengan iklan tradisional atau iklan yang dilihatkan di tv dengan begitu jelas.
Apakah perusahaan menargetkan selalu influencer dengan pengikut tinggi?
Pekerjaan
influencer marketing terkait tiga aspek. Yang pertama berfokus pada kebijakan
promosi yang ada. Aspek kedua melibatkan keuntungan yang berbeda dari promosi
dengan focus pada jaringan konten buatan pengguna. Aspek ketiga mencakup
keterlibatan baik antara influencer dengan pengikut dalam proses promosi.
1. Kebijakan promosi yang ada
Dalam
bisnis, pengikut influencer dibagi menjadi 3 tingkat umumnya sebagai nano,
mikro dan makro. Influencer dengan pengikut tiggi disebut makro-influencer yang
pengguna jaringan yang paling banyak terhubung. Sedangkan pengguna jaringan
rendah disebut nano-influencer. Memperkirakan jumlah pengikut yang rendah
influencer mengungguli influencer dengan pengikut tinggi dalam pendapatan per pengikut dan ROI, karena
semakin tinggi tingkat pengikut influence, semakin rendah keterlibatan antara influencer
dan pengikut.
2. Melibatkan keuntungan yang berbeda dari promosi dengan focus pada jaringan konten buatan pengguna
Menekankan pentingnya mempertimbangkan keduanya yaitu antara pendapatan
yang dihasilkan dan biaya yang dikeluarkan. Perusahaan harus tetap mempertimbangkan keuangannya antara hasil setelah menggunakan influencer marketing dengan biaya yang dikeluarkan ( biaya endorsment ). Menggunakan makro-influencer atau nano-influencer tetap sama saja karena tujuan yang sama.
3. Keterlibatan baik antara influencer dengan pengikut dalam proses promosi.
Keterlibatan hubungan timbal balik antara Influencer dan pengikut dalam
penyebaran informasi. Tingkat tinggi komitmen dengan seorang influencer berarti
menjadi pengikut secara aktif terlibat dengan postingan influencer, dan
memberikan umpan balik dalam bentuk komentar. Sebagai contohnya melalui kumpulan data dengan kode diskon khusus influencer. Kode-kode
ini didistribusikan oleh 1.698 influencer melalui postingan bersponsor kepada
pengikut . pada gilirannya,
dapat menggunakannya untuk membeli produk dengan harga diskon di toko
e-commerce dan menghasilkan pendapatan langsung melalui Influencer marketing.
Hasil analisis mengungkapkan bahwa pengaruh pengikut pada pendapatan dimediasi oleh tindak lanjut keterlibatan antara influencer dengan pengikut. Yang terpenting adalah memilih influencer yang tepat. Dan jangan lupa untuk selalu menganalisis dan mengoptimalkannya untuk meraih kesuksesan jangka panjang. (oleh Nadzila Zahra Aprilia)

Komentar
Posting Komentar